Pengelolaan SDA Indonesia
PENGELOLAAN
SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
Nama Kelompok : Ana Ratnasari (
20215641)
: Candra
Raharja ( 21215435)
: Cindy Oktavia
W ( 21215509)
1.Masalah
Sumber Daya Alam Struktur Penguasa SDA
Permasalahan pengelolaan sumber daya alam menjadi sangat penting dalam
pembangunan ekonomi pada masa kini dan masa yang akan datang. Dialin pihak
sumberdaya daya alam tersebut telah banyak mengalami kerusakan-kerusakan,
terutama dengan cara-cara eksploitasinya guna mencapai tujuan bisnis dan
ekonomi. Dalam laporan PBB pada awal tahun 2000 umpamanya, telah
diidentifikasikan 5 jenis kerusakan ekosistem yang terancam mencapai limitnya,
yaitu meliputi ekosistem kawasan pantai dan sumberdaya bahari, ekosistem lahan
pertanian, ekosistem air tawar, ekosisstem padang rumput dan ekosistem hutan.
Kerusakan-kerusakamn sumber daya alam didalam ekosistem-ekosistem tersebut
terjadi terutama karena kekeliruan dalam pengelolaanya sehingga mengalami
kerusakan yang disebabkan karena terjadinya perubahan besar, yang mengarah
kepada pembangunan ekonomi yang tidak berkelanjutan.padahal sumberdaya tersebut
merupakan pendukung utama bagi khidupan manusia, dan karenanya menjadi sangat
penting kaitannya dengan kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat manusia yang
mengarah kepada kecenderungan pengurasan dan degradasi.
2.Kebijakan
SDA Struktur Penguasaan SDA
Kbijakan
nasional dan daerah dalam pengelolaan
lingkungan hidup.
Sesuai dengan undang-undang 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah dan PP No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan
provinsi sebagai daerah otonom, dala, bidang lingkungan hidup memberikan
pengakuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada
daerah:
-
Meletakkan daerahpada posisi penting
dalam pengelolaan lingkungan hidup
-
Memerlukan prakarsa lokal dalam
mendesain kebijakan
-
Membangun hubungan interdependensi antar
daerah
-
Menetapkan pendekatan kewilayahan
Dapat dikatakan konsekuensi pelaksanaa UU No. 32 tahun 2004 dengan PP No.
25 tahun 2000, pengelolaan lingkungan hidup titik tekannya ada didaerah, maka
kebijakan nasional dalam bidang lingkungan hidup secara eksplisit PROPENAS
merumuskan program yang disebut sebagai pembangunan sumber daya alam dan
lingkungan. Salah satunya yaitu program pengembangan dan peningkatan Akses
informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Program ini bertujuan untuk
memperoleh dan menyebarluaskan informasai yang lengkap mengenai potensi dan
prduktivitas sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui inventarisasi dan
evaluasi, serta penguatan sistem informasi.
3.Dominasi
SDA Di Indonesia
Indonesia adalah Negara dengan kekayaan alam yang
sangat besar. Menyimpan banyak sumber mineral,energy, perkebunan,hasil hutan
dan hasil laut yang melimpah. Saat ini indonesia berada diperingkat 6 dalam hal
cadangan emas, nomor 5 dalam produksi tembaga, berada pada urutan 5 dalam
produksi bauksit, penghasilan timah terbesar
didunia setelah cina, produsen nikel terbesar kedua didunia. Tambang
gasberg papua adalah tambang terbesar
didunia. Kesimpulannya Negara ini berada dalam urutan teratas dalam hal
raw material.
Negara ini adalah produsen sumber energy terbesar.
Berada pada urutan nomor 2 eksportir batubara di dunia setelah Australia,
eksportir gas alam bersih LNG terbesar di dunia, seperempatnya dikirim ke
singapura. Eksportir terbesar gas alam cair setelah Qatar dan Malaysia. Dalam
hal komoditi perkebunan indonesia berada pada nomor 1 dalam produksi CPO,
produsen karet terbesar di dunia, produksi kakao, merupakan produsen kopi
terbesar di dunia bersama Vietnam dan brasil
Pengurasan sumber daya alam pada era kolonial hanya
meliputi hasil perkebunan, timah, sedikit sumber migas, namun saat ini
pengerukan yang dilakukan kapitalisme asing telah meliputi sector,tambang,minyak,gas,perkebunan,kehutanan,perikanan,pertanian,perbankan,keuangan
dan perdagangan. Bahan mentah yang diburu adalah
minyak,gas,mineral,batubara,hasil perkebunan,dan hasil hutan.
Total luas tanah/lahan di indonesia dibawah
penguasaan perusrusahaan-perusahaan besar . sekitar 42 juta hektar untuk
pertambangan mineral dan batubara, 95 juta hektar untuk minyak dan gas, 32 juta
hektar untuk kehutanan, 9 juta hektar untuk perkebunan sawit. Luas keseluruhan
mencapai 178 juta hektar. Sebagian besar
lahan dikontrol oleh perusahaan asing. Padal luas daratan indonesia 195 juta
hektar.

Komentar
Posting Komentar