Sejarah Ekonomi Indonesia
SEJARAH
EKONOMI INDONESIA
Nama Kelompok : Ana Ratnasari ( 20215641)
: Candra
Raharja ( 21215435)
: Cindy Oktavia
W (21215509)
1.Sejarah
Prakolonialisme
Masa-masa
berdirinya kerajaan-kerajaan diwilayah Nusantara (sekitar abad ke-5) sampai
sebelum masuknya penjajah yang secara sistematis menguasai kekuatan ekonomi dan
politik diwilayah nusantara (sekitar abad ke-15 sampai 17). Pada masa itu RI
belum berdiri. Daerah-daerah umumnya dipimpin oleh kerajaan-kerajaan. Indonesia
terletak diposisi geografis antara benua asia dan eropa serta samudera pasifik
hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua.
Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan Indonesia,melalui selat malaka dan india.
Dari sini ada yang keteluk Persia, melalui suriah kelaut tengah, ada yang
kelaut merah melalui mesir dan sampai juga kelaut tengah (van leur).
Perdagangan laut antara india, tiongkok dan Indonesia dimulainpada abad pertama
sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah dibarat
(kekaisaran romawi).
Perdagangan dimasa kerajaan-kerajaan tradisional
disebut okeh Van Leur mempunyai sifat
kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat
besar . misalnya dimasa sriwijya, saat perdagangan internasional dari Asia
Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai zaman keemasannya. Raja-raja dan para
bangsawan mendapatkan kekeyaannya dari berbagai upeti dan pajak.tak ada
proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena mereka justru diuntungkan oleh banyak kapal “mampir”.
Penggunaan uang berupa koin emas dan koin perak
sudah dikenal dimasa itu, namun pemakaian uang baru mulai dikenal dimasa kerajaan-kerajaan islam,
misalnnya picis tyang terbuat darin timah dicirebon. Namun penggunaan uang
masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung dalam sistem
perdagangan internasional. Karenanya, tidak terjadi surplus atau defisit yang
harus diimbangi dengan ekspor atau impor logam mulia.
Kejayaan
suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan pertahun dan
ramainya pelabuhan. Hal itu disebabkan, kekuasaan dan
kekayaan kerajaan-kerajaan disumatera bersumnber pertaniaan dan perniagaan,sedangkanmn
dijawa, kedua hal itu bersumber dari pertyaniaan dan perniagaan. Dimasa pra
kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat
dikatakan bahwa diindonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat
berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia.
Dengan kata lain, sistem pemerintahan masih
berbentuk feudal. Kegiatan utama perekonomian adalah:
-
.Eksplorasi hasil alam, misalnya hasil
laut,hasil tambang, dll.
-
.Perdagangan besar antar pulau dan antar
bangsa yang sangat mengandalkan
Kerajaan-kerajaan besar yang pernahmuncul dalm
sejarah Indonesian diantaranya seperti sriwijaya (abade ke-8), majapahit (abad
ke 13-15) maupun banten (abad ke 17-18) merupakan kerajaan-kerajaan yang sangat
menguasai tiga kegiatan ekonomi diatas.
2.
Sistem Mnopoli VOC
Terbentuknya VOC
Keberhasilan ekspedisi-ekspedfisi belanda dalam
mengadakan perdagangan rempah-rempah mendorong pengusaha-perngusaha belanda
yangblainnya untuk berdagang ke Nusantara. Diantara mereka terjadi persaingan.
Disamping itu, mereka juga harus menghadapi
persaingan dengan portugis, spanyol dan inggris. Akibatnya mereka saling
menderita kerugian, lebih-lebih dengan sering terjadinya perampoka perampokan
oleh bajak laut. Atas prakarsa dari 2 orang tokoh Belanda yaitu pangeran Maurits dan Jhon Van Olden barnevelt
pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi besar yang diberinama VOC (Verenigde
Oost Indesche Compagnie)atau
‘persekutuan maskapai perdagangan hindia timur’, pengurus pusat VOC
terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di banten
yang dikepali oleh Francois Witter.
Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan
menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan diantara
kerajaan-kerajaan kecil yang telah bmenggantikan majapahit. Satu-satunya yang
tidak terpengaruh adalah timor portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga
1975 ketika berintegrasi menjadi
provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama
hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek dimana sebagian kecil dari
Indonesia dikuasai Britania setelah
Perang Jawa Britani-Belanda dan masa
penjajahan jepang dan masa perang Dunia ll. Sewaktu menjajah indonesia ,
Belanda mengembangkan Hindia-Belanda
menjadi sdalah satu kekuasaaan kolonial terkaya didunia. 350 penjajahan Belanda
bagi sebagian orang adalah miytos belaka
karena wilayah Aceh baru dilakukan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.
Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya
terhadap perdagangan rempa-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk
tersebut. Contohnya, ketika penduduk kepulauan Banda terus menjual biji pala
kepada peddgang inggris, pasukan belanda
membunuh atau mendeportasi hampir
seluruh populasi dan kemudin
mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak
yang bekerja diperkebunan pala. VOC menjadi terlibat dalam politik internal
jawa pada masa ini, dan bertempur dalam
beberapa peperangan yang melibatkan
pemimpin Mataram dan Banten.
Tujuan Dibentuknya VOC
-
Menghindari persaingan tidak sehat
diantara sesame pedagang Belanda untuk kekuatan maksimal.
-
Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapin persaingan,
baik dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya
maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
-
Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol
Hak-hak Istimewa VOC
VOC diberi
hak-hak istimewa (Hak Oktorai) oleh pemerintah Belanda:
-
Monopoli perdagangan
-
Mencetak dan mengedarkan uang
-
Mengangkat dan memperhentikan pegawai
-
Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
-
Memiliki tentara untuk mempertahankan
diri
-
Mendirikan benteng
-
Menyatakan perang dan damai
-
Mengangkat dan memberhentikan
penguasa-penguasa setempat
Politik Perdagangan Dan Kebijakan Pemerintah VOC
Peraturan-peraturan yang ditetapka VOC dalam
melaksanakan monopoli perdagangan antara lain:
-
Verplichte Laverantie
-
Contingenten
-
Ekstirpasi
-
Pelayaran Hongi
Sistem Birokasi VOC
Guna memerintah wilayah-wilayah di Nusantara VOC
mengangkat seorang gubernur jendral yang
dibantu oleh 4 orang yang disebut Raad
van Indie (dewan India).
gubernur
terdapat beberapa Residen
yang dibantu oleh Asisten
Residen pemerintahan dibawahnya lagi diserahkan pada pemerintahan tradisional,
seperti Raja dan Bupati. VOC menerapkan
sistem pemerintah tidak langsung
(Indirect rule) dengan
memanfaatkan sistem Feodalisme.
Kemunduran VOC
Kemunduran
dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 disebabkan oleh:
1. Banyak
korupsin yang dilakukan oleh pegawai-pegawai
VOC
2. Anggaran
pegawai terlalu besar sebagai akibat makin luasnya wilayah kekuasaan VOC
3. Biaya
perang untuk memadamkan perlawanan rakyat terlalu besar
4. Persaingan dengan konsi
dagang denga Negara lain, misalnya dengan EIC milik inggris
5. Hutang
VOC yang sangat besar
6. Pemberian
deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran
7. Pendudukan
perancis terhadap Negara belanda pada tahun 1795
VOC Dibubarkan
Pada tahun 1975 dibentuk panitia pembubaran VOC dan hak-hak
istimewa VOC dihapus pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan dengan saldo
kerugian sebesar 134,7 juta gulden. Selanjutnya semua hutang dan kekayaan VOC diambil alih oleh
pemerintah kerajaan Belanda.
3.
Sistem Tanam Paksa
Politik sistem tanam paksa atau disebut dengan
istilah cultuurstelsel merupakan salah satu hasil kebijakan politik
conservative yang diterapkan oleh Pemerintah Hindiya Belanda terhadap bangsa Indonesia.
Sistem tanam paksa ini berlaku selama 40
tahun semenjak tahun 1830-1870.
Latar Belakang Penerapan Sistem Tanam Paksa
(Cultuurstelsel)
Sistem tanam paksa sebenarnya merupakan salah satu
produk yang dihasilkan oleh kebijakan politik conservative oleh jenderal
van de bosch. Hal ini menyusul kebangrutan parah yang dialami oelh
pemerintah belanda setelah sebelumnya pada kurun tahun 1817-1830 mereka
menerapkan kebijakan politik dan ekonomi liberal.
Pokok-pokok Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel)
-
Rakyat dituntut untuk menyediakan tanah
pertanian untuk sistem tanam paksa tidak
melebihi 20% atau sperlima tanahnya untuk ditanami tanaman komediti ekspor.
-
Tanah yang disediakan untuk sistem tanam
paksa dari pajak, karena hasil tanamannya dianggap sebagai pembayaran pajak.
-
Kelebihan hasil produksi pertanian dari
ketentuan akan dikembalikan kepada rakyat.
-
Penyerahan teknik pelaksanaan aturan
tanam paksa kepada kepala desa atau penguasa pribumi.
Gerakan Penentangan Sistem Tanam Paksa
(Cultuurstelsel)
Sistem tanam paksa yang diberlakukan oleh pemerintah
kolonial telah mewariskan penderitaan dan kesengsaraan yang begitu memilukan
pada rakyat Indonesia. Hal ini lambat laun didengar oleh rakyat belanda dan menimbulkan gelombang
protes dari berbagai kalangan khususnya kalangan liberal yang terdiri atas kaum humanis dan kapitalis. Kencaman dari grum oloangan humanis dan kapitalis itu
disuarakan dalam forum Staten General atau Parlemen Belanda. Akhirnya protes
ini mendapatkan dukungan luas dari banyak
kalangan dan menjadi cikal bakal dikeluarkannya undang-undang Agraris
pada tahun 1870.
Tokoh Penentang Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel)
Tokoh-tokoh belanda yang terkenal fokal menentang
cultuurstelsel antara lain:
-
Baron van Hoevell
-
E.F.E. Douwes Dekker
-
Fransen van der Putte
Proses Penghapusan Sistem Tanam Paksa
(Cultuurstelsel )
Tahun 1860 penghapusan tanam paksa lada
Tahun 1865 penghapusan tanam paksa the dan nila
Tahun 1870 penghapusan semua jenis tanam paksa
kecuali kopi dan priangan
4.
Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
Sistem ekonomi kapitalis liberal merupakan sistem
dimana warga Negara diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan ekonominya
sesuai keahlian yang dimiliki orang tersebut dan dikembangkan secara bebas dengan sumber daya
yang ada.
Ciri-ciri Sisem Ekonomi Kapitalis Liberal antara
lain
A. Masyarakat
diberi kebebasan
B. Pemerintah
tidak ikut campur
C. Masyarakat
terbagi menjadi dua golongan
D. Timbul
persaingan dalam masyarakat
E. Pasar
merupakan dasar setiap tindakan ekonomi
F. Biasanya
barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi
Contoh Sistem Ekonomi Kapitalis:
Kepemilikan
licensy oleh perorangan karena keahliannya,contoh:
1. Kepemilikan
licensy rangka dan aerodinamika pesawat terbang oleh Prof. Dr.Ing. Bj Habibie.
2. Kepemilikan
licensy Microsoft pffice oleh perusahaan Bill Gates.
Keuntungan:
-
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi
masyarakat
-
Setiap individu bebas memiliki untuk
sumber-sumber daya produksi
-
Timbul persaingan semangat untuk maju
-
Menghasilkan barang0barng bermutu tinggi
-
Efisiensi dan efektifitas tinggi
Kelemahan:
-
Terjadinya persaingan bebas yang tidak
sehat
-
Masyarakat kaya semakin kaya, yang
miskin semakin miskin
-
Banyak terjadinya monopoli masyarakat
-
Banyak terjadinya gejolak dalam
perekonomian kesalahan alokasi sumber daya oleh individu
-
Pemerataan pendapatan sulit dilakukan
5.
Era Pendudukan Jepang
Penjajahan jepang diindonesia dimulai pada tahun
1942 dan berakhr pada tanggal 17 agustus 1945 seiring dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh presiden RI
Soekarno. Pada mei 1940, awal perang dunia ll, belanda diduduki oleh Nazi
Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan dijuli mengalihkan ekspor
untuk Jepang ke AS dan Britania. Negoisasi dengan jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan
bahan bakar pesawat gagal di juni 1941, dan jepang memulai penaklukkan Asia Tenggara dibulan Desember tahun itu.
Dibulan yang sama faksi dari Sumatera
menerima bantuan Jepan untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan
Belanda. Pasukan belanda yang terakhir dikalahkan jepang pada maret 1942.
Pada juli 1942, Soekarno menerima tawaran jepang
untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga
dapat memberikan jawaban terhadap
kebutuhan militer jepang. Soekarno, mohammad hatta, dan para kyai didekorasi
oleh kaisar jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan jepang
diindonesia sangat bervariasi, tergantung dimana seseorang hidup dan status
social orang tersebut. Bagi yang tinggal didaerah yang dianggap penting dalam
peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan
sembarang dan hukum mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang belanda dan
campuran Indonesia-belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan jepang.
Latar
Belakang
Bulan oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo
menggantikan Konoe sebagai perdana menteri jepang, sebenarnya, sampai akhir
tahun 1940, pimpinan militer jepang tidak menghendaki melawan Negara sekaligus,
namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat,bahwa Amerika
serikat,inggris,dan belanda harus dihadapin sekaligus, apabila mereka ingin
menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika
melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk
industri dijepang, maupun untuk keperluan peran.
6.
Cita-Cita Ekonomi Merdeka
Ekonomi Merdeka
Bung Karno dan Bung Hatta merumuskan apa yang
disebut “Cita-Cita Perekonomian”. Ada dua garis besar cita-cita perekonomian
kita. Pertama, melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial dan feodalistik. Kedua,
mem[perjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur.
Artinya, berarti cita-cita perekonomian kita tidak
menghendaki ketimpangan, para pendiri bangsa kita tidak menginginkan penumpukan
kemakmuran ditangan segelintir orang tetapi pemelaratan mayoritas rakyat.
Tegasnya, cita-cita perekonomian kita menghendaki kemakmuran seluruh rakyat.
Supaya cita-cita perekonomian tetap menjiwai proses penyelenggaran Negara, maka
para pendiri bangsa sepakat memahatkannya dalam buku Konstitusi Negara kitra:
pasal 33 UUD 1945. Dengan demikian, pasal 33 UUD 1945 merupakan sendi utama
bagi perekonomian dan politik social Republik Indonesia.
Dalam pasal 33 UUD 1945, ada empat kunci
perekonomian untuk memastikan kemakmuran bersama itu bias tercapai. Pertama,
adanya keharusan bagi peran Negara yang bersifat aktif dan efektif. Kedua,
adanya keharusan penyusunan rencana ekonomi (ekonomi terencana). Ketiga, adanya
penegasan soal prinsip demokrasi ekonomi, yakni pengakuan terhadap sistem
ekonomi sebagai usaha bersama
(kolektivisme). Dan keempat, adanya penegasan bahwa muara dari semua
aktivitas ekonomi, termasuk pelibatan sector swasta, haruslah pada “sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat”.
Sejak orde baru hingga sekarang ini (dengan
pengecualian diera Gusdur) proses penyelenggaraan Negara sangat jauh politik
perekonomian pasal 33 UUD 1945. Pada masa orde baru, sistem perekonomian
kebanyakan didikte oleh capital asing melalui kelompok ekonom yang dijuluki
“Mafia Barkeley”. Lalu pada masa pasca reformasi ini, sisem perekonomian
kebanyakan didikte secara langsung oleh lembaga-lembaga asing, seperti IMF,
Bank Dunia, dan WTO. Akibatnya cita-cita perekonomian sesuai amanat proklamasi
kemerdekaan pun kandas . bukannya , melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial,
tetapi malah mengekal-kannya, yang ditandai oleh menguatnya dominasi capital
asing, politik upah murah, ketergantungan pada impor, dan kecanduan mengekspor
bahan mentah ke negeri-negeri kapitalis maju.
Ketimpangan ekonomi kian menganga. Kemiskinan dan
pengangguran terus melonjak naik. Mayoritas rakyat (75%) bekerja disektor informal, tanpa perlindungan hukum
dan jaminan social. Sementara puluhan juta lainnya menjadi “kuli” di
Negara-negara lain.
7.Ekonomi
Indonesia Setiap Periode Pemerintahan Orde Lama, Orde Baru & Reformasi
1. Pemerintahan Orde Lama
Sejak
berdirinya Negara RI, banyak sudah tokoh-tokoh Negara saat itu telah merumuskan
bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu
maupun kelompok. sistem pemerintahan pada masa orde lama yaitu periode
kemerdekaan soekarno pada tahun 1945-1968. Pada masa orde lama, sistem
pemerintah diindonesia mengalami beberapa peralihan. Indonesia pernah
menerapkan sistem pemerintahan presidensial, parlementer, demokrasi liberal,
dan sisitem pemerintahan demokrasi terpimpin. Masa pemerintahan orde lama
memang tergolong pemerintahan yang mengalami
banyak transisi sistem pemerintahan dan banyak peristiwa penting yang
terjadi didalamnya. Berikut kelebihan dan kekurangan masa pemerintahan orde
lama:
Kelebihan
Masa Orde Lama
-
Presiden soekrano banyak menyumbangkan
gagasan-gagasan dalam politik luar negeri.
-
Indonesia berhasil merebut kembali Irian
Barat dari Belanda melalui jalur diplomasi dan militer
-
Kepemimpinan Indonesia dimata dunia
Internasional memiliki sumbangsih besar, yaitu sebagai pelopor gerakan non blok
-
Mampu membangun integritas nasional yang
kuat
Kekurangan
Masa Orde Lama
-
Penataan kehidupan konstitusional yang
tidak berjalan sebagaimana diatur dalam UUD 1945
-
Situasi politik yang tidak stabil
terlihat dari banyaknya pergantian
kabinet yang mencapai 7 kali pergantian cabinet
-
Pertentangan ideologi antara nasionalis,
agama dan komunis (NASAKOM)
-
Terjadinya inflasi yang mengakibatkan
harga kebutuhan pokok menjadi tinggi.
2.Pemerintahan Orde Baru
Orde baru
adalah istilah yang digunakan untuk masa
setelah pemberontakan Gerakan 30 september tahun 1945. Pada masa orde baru
dibangun tekad untuk mengabdi pada kepentingan rakyat dan nasional dengan
dilandasi oleh semangat dan jiwa pancasila serta UUD 1945. Orde baru merupakan
upaya yang dilakukan pada masa orde lama. Masa orde baru ini dipimpin oleh
Soeharto setelah dikeluarkannya Supersemar oleh presiden Soekarno. Orde baru
berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998.
Gerakan 30 S/PKI tahun 1965 mengakibatkan terjadinya
kekacauan terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara berupa
penyimpangan terhadap UUD’45 dan pancasila. Oleh karena itu menculah keinginan
untuk menempatkan UUD’45 dan pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan
bernegara secara murni dan konsekuen.
Kelebihan
Masa Orde Baru
1. Sukses
transmigrasi
2. Sukses
KB
3. Sukses
memerangi buta huruf
4. Sukses
swasembada pangan
5. Sukses
gerakan wajib belajar
6. Sukses
keamanan dalam negeri
Kekurangan
Masa Orde Baru
1. Semaraknya
korupsi,kolusi,nepotisme
2. Kritik
dibungkam dan oposisi diharamkan
3. Munculnya
rasa ketidakpuasan disejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan,terutama di
Aceh dan Papua
4. Tidak
ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintahan presiden selanjutnya)
5. Bertambahnya
kesenjangan social
6. Kebebasa
pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak Koran yang dibreideli
7. Pembangunan
Indonesia yang tidak merata
3.Masa Pemerintahan Reformasi
faktor penyebab munculnya reformasi yaitu
karena banyak hal yang mendorong timbulnya reformasai pada masa pemerintahan
orde baru. Terutama terletak pada ketidakadilan dibidang politik,ekonomi dan
hukum. Tekad orde baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan
melaksanakan pancasila dan UUD’45 secara murni dan konsekuen dalam tatanan
dalam kehidupan bermasyarakat,bangsa dan bernegara. Setelah orde baru memegang
tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk
terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo.
Sistem
pemerintahan reformasi dapat dilihat dari aktivitas kenegaraan sebagai berikut:
-
Kebijakan pemerintah yang memberi ruang
gerak yang lebih luas terhadap hak-hak untuk mengeluarkan pendapat dan pikiran
baik lisan atau tulisan sesuai pasal 28 UUD’45 dapat terwujud dengan
dikeluarkannya UU No. 2 / 1999 tentang partai politik yang memungkinkan multi
partai.
-
Upaya untuk mewujudkan pemerintah yang
bersih dan berwibawa serta bertanggung jawab dibuktikan dengan dikeluarkan
ketetapan MPR No IX /MPR / 1998 yang ditindak lanjuti dengan UU no 30/2002
tentang KOMISI pemberantasan tindak pidana korupsi
-
Lembaga MPR sudah berani mengambil
langkah-langkah politis melaluisidang tahunan dengan membentuk adanya laporan
pertanggung jawaban tugas lembaga Negara, UUD’45 diamandemen, pimpinan MPR dan
DPR dipisahkan jabatannya, berani memecat presiden dalam sidang istimewanya .

Komentar
Posting Komentar